November 23, 2019

Bala-Bala French Fries

Hi Dears, bala-bala adalah salah satu makanan gorengan favorit saya (guilty pleasure banget sih wkwkw). Setiap lagi pengen bala-bala, saya biasanya langsung ngacak-ngacak dapur untuk bikin sendiri. Selain lebih terjamin kebersihannya dan punya citarasa yg lebih nikmat, saya juga suka kreasiin dengan bahan-bahan yg ada di kulkas. Nah salah satu bala-bala yang saya suka bikin ialah bala-bala french fries. Ini basic-nya masi bakwan, cuman dia ada tambahan kentangnya. Penasaran?! Ok, here's the recipe!

Bala-Bala French Fries


Bahan-bahan:
- 2 butir kentang, potong korek api
- 6 sdm tepung terigu serbaguna
- 200 cc air
- daun bawang, dirajang
- kol, dirajang
- wortel, rajang
- garam
- royco ayam

Cara membuat:
- masukkan tepung terigu 6 sdm, 200cc air, beserta potongan daun bawang, kol, dan wortel, lalu aduk hingga menjadi adonan bala-bala
- masukkan kentang yg sudah dipotong-potong korek api ke adonan, kemudian masukkan garam dan royco ayam secukupnya, aduk hingga tercampur rata, lalu koreksi rasa
- panaskan minyak di wajan dan goreng per adonan sebanyak 2 sdm dengan api sedang
- angkat bala-bala saat mulai berwarna keemasan, dan sajikan dengan saos sambal

November 22, 2019

Review Some By Mi Galactomyces Pure Vit C Glow Serum

Hello, Beauties. Untuk urusan skincare, saya itu termasuk orang yg suka nyobain brand/merek baru saat produk yg lama udah mau habis. Selain karena dipicu rasa 'keracunan' akibat baca-baca review para users, saya suka purchase skincare yg berbeda karena faktor ingredients nya juga. Kulit wajah saya udah 'kebal' oleh skincare yg lama (yg biasanya satu produk bs dikonsumsi hingga 2-3bulan), so kayaknya dia butuh semacam kejutan, something new, something wow supaya menstimulasi dirinya agar senantiasa sehat, glowing, dan berseri (naon sikkk wkwkw).

Well, salah satu skincare yg baru saya cobain selama sebulan ini ialah serumnya Some By Mi (SBM), Galactomyces Pure Vit C Glow serum. Awal mulanya nyobain ini karena serum vit C yg lama sudah habis. Btw, serum lama saya ialah serum resep dari dokter kulit. Dan karena saya ngga berencana untuk lanjutin pakai itu lagi -- ditambah lokasi klinik dokter kulit yg di luar kota, maka saya memutuskan untuk nyobain serum lain. Dan jatuhlah pilihan saya pada si Some By Mi ini.

Kenalin, ini teman baruku yaa :D

Segera setelah paket serum ini tiba di rumah, langsung deh saya unboxing. Kardus nya simple dan bertaburan kalimat2 dalam bahasa Korea yg saya ngga paham hehe. Segel hologram kemudian dibuka, dan saya pun mengambil botol serumnya yang berwarna coklat kehitaman. Vitamin C adalah zat yang 'baper' karena mudah teroksidasi di suhu tinggi / bila terpapar cahaya matahari, maka botol berwarna gelap sering dipergunakan oleh pabrikan skincare demi menjaga kualitas isi serumnya.

Seperti rangkaian serum varian yg lain, pipet dipergunakan SBM ini sebagai aplikatornya. Dan ketika saya tarik cairan serum dengan pipet, alhamdulillah kondisi serum masih relatif bening yang artinya serum belum rusak. Tekstur serumnya itu berupa cairan bening yang kental. Saat saya aplikasikan ke wajah, serum mudah merata dan terserap dengan sangat baik. Oh iya, ada semacam aroma jeruk yg tercium yaa saat serum dioleskan ke wajah. Aromanya 'tipis', buat saya it's OK nggak disturbing, dan aroma perlahan hilang seiring meresapnya serum di wajah. Dan asiknya lagi dia nggak ninggalin kilang minyak di wajah saya.

Isi serumnya

Trus, gimana hasile setelah sebulan pemakaian SBM ini? Alhamdulillah, karena kulit saya emang doyan sama vitamin C, pakai SBM kerasa 'klik' which is di minggu awal pemakaian, saya ngga ngalamin purging atau breakout. Oh iya, saya memakai serum ini di pagi hari -- tapi sering juga malam harinya pakai ini lagi. Wajah harus udah di-double cleansing, toner, dan essence dulu biar siap 'disuapin' nutrisi yg bertubi-tubi hehe... Kemudian baru saya lanjutkan dengan memakai serum ini sebanyak 3 tetes. Saya diamkan sebentar sekitar 10 menit, lalu saya lanjut dengan moisturizer supaya mengunci kelembaban kulit agar nutrisi serum nggak menguap, lalu terakhir saya apply sunscreen setiap mau ke luar rumah.

Saat pertama mau beli sempet ragu juga sih karena ada galactomyces-nya (saya belum pernah pakai skincare yg ada kandungan galactomyces btw), takut alergi atau bakal iritasi. Setelah gugling2, si galac adalah sejenis konsentrat fermentasi jamur yang kemudian punya nama terkenal yaitu 'pitera' - nah kalau ini tau khan hehe. Khasiatnya untuk kulit wajah ialah sebagai humektan (menjaga kelembaban), mengontrol sebum/minyak, dan antioksidan.

Tampak depan & samping. Btw, ini foto pagi hari mejeng depan jendela, satu jam setelah basic skincare yaa (double cleansing, toner, essence, serum SBM Galactomyces Pure Vit C, & moisturizer yaa. Makeup cuma eyebrow pencil + lipstick, no foundie, no bedak

Alhamdulillah, SBM ini cucok untuk wajah saya. Harganya menurut saya relatif affordable untuk serum sebagus itu dengan volume yg lumayan banyak yaitu 30ml yg biasanya baru habis setelah pemakaian 3-4 bulan. Selain wajah terjaga lembabnya, pakai serum ini ngebuat warna kulit jadi merata. Ngga bikin bruntusan di jidat dan merah-merah juga (padahal saya termasuk yg gampang keringetan, kalau udah gitu nggak lama kemudian muncul bruntusan di dahi). Wajah saya jadi lumayan setingkat lebih cerah, teksturnya jg lebih kenyal yg kerasa banget kalau saya lagi cuci muka. Jerawat jadi jarang nemplok juga ya. Yaa boleh dibilang ini holy grail deh buat saya karena emang seworthy itu :D. Walopun jadi holy grail, teuteup aja ketelatenan dan basic skincare yg benar adalah koentji untuk mendapatkan manfaat maksimal dari serum ini yaa. That's the review, and thanks for reading :).

November 21, 2019

Rawon Spesial Mama Aisyah

Good morning Mommies!

Rawon adalah satu hidangan Nusantara yang otentik banget. Warnanya yang hitam legam dan rasanya yang lezat dengan kuah kaldu sapi dan rempah yang berpadu pas menjadikan rawon sebagai salah satu masakan istimewa yang banyak disuka. Selain memberikan warna kuah yang hitam, kluwak yang dipakai dalam resep rawon pun membuat daging menjadi sedap  Nah, pada postingan kali ini saya akan membagikan resep rawon spesial. Cara membuatnya nggak ribet yaa, sangat simpel, dan dijamin bikin makan jadi nambah lagi dan lagi hehe.



Rawon Spesial Mama Aisyah

Bahan-bahan:
- 1/4 kg daging sapi, potong-potong sesuai selera
- jeroan (paru/babat usus/lemak/tetelan) sesuai selera
- bumbu rawon instan (saya biasanya pakai yg dari Bamboe)
- 5 gelas air untuk merebus
-  daun bawang, potong-potong 2cm
- 4 buah cabai oren, potong menyerong jadi dua
- garam
- gula merah
- 3 lembar daun jeruk, dikerat-kerat
- 1 sdm air jeruk nipis
- 3sdm minyak untuk menumis bumbu
- bawang goreng untuk pelengkap

Cara membuat:
- rebus 5 gelas air di panci, tunggu hingga mendidih.
- sambil menunggu air mendidih, pakai 3sdm minyak untuk menumis potongan daging + jeroan + bumbu rawon, matikan kompor saat bumbu tumisan sudah setengah matang
- masukkan tumisan tadi ke dalam panci air mendidih
- tambahkan garam dan gula merah, aduk rata, koreksi rasa
- masukkan 3 helai daun jeruk, irisan cabai dan daun bawang, dan ai  jeruk nipis lalu masak hingga daging empuk
- sajikan rawon dengan taburan bawang goreng
- rawon juga dapat dihidangkan dengan lauk pelengkap seperti telur rebus, tauge kecambah, emping, dan tempe mendoan

So, gimana, ringkes kan resep rawon nya, karena kurang lebih tinggal cemplang-cemplung aja ke dalam panci hehe. Selamat mencoba yaa Moms!

November 20, 2019

ISK, Sebuah Perjalanan Panjang Meraih Kesembuhan (Part 1)

Assalamualaikum, apa kabar Mommies semua, semoga selalu sehat dan berbahagia yaaa. Well, spesial di posting kali ini saya akan berbagi kisah tentang pengalaman pribadi saya yaitu ketika saya didiagnosis terkena ISK (Infeksi Saluran Kencing). Mungkin para pembaca ada yang pernah terkena ISK, sehingga bernostalgia dan ikutan sepaham dengan apa yang akan saya ceritakan. Atau mungkin ada juga Mommies yang saat ini tengah menderita ISK, semoga sharing pengalaman dan tips dari saya dapat memberikan masukan bagi Mommies untuk berikhtiar demi kesembuhan. Sambil saya juga mendoakan kesembuhan untuk Mommies semua... Dan bagi yang belum pernah terkena ISK, jangaaan sampai kena yaaa karena hiks hiks banget rasanya :'' ....

Saya adalah mantan penderita ISK kronis, di mana penyakit ini bersarang di tubuh saya sekitar satu tahun lamanya. Yup, bener satu tahun lamanya! Tanpa ada jeda kesembuhan, so selama sakit itu saya selalu merasakan nyeri tiap Buang Air Kecil (BAK) yang teramat sangat. Bayangkan berapa kali saya harus menahan nyeri dalam setiap harinya. Belum lagi pada saat-saat tertentu seperti tengah malam dan saat jalan-jalan, ISK bikin saya harus bolak-balik ke WC karena hasrat mau pipis yang sulit tertahan :'

Sebenarnya apa sih ISK itu? Penyakit ISK adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Escherichia coli. Bakteri ini sebenernya tinggal di usus besar dan di sekitaran dubur. Nah, bakteri dapat dengan mudah singgah ke saluran kencing saat kita nggak menjaga kebersihan atau saat setelah BAK/berhubungan seksual kita menyeka kemaluan dengan arah yang salah (dari belakang/dubur ke depan/lubang kencing). Bakteri yang sudah nemplok di permukaan luar kemudian berkembang biak dan bergerak ke atas masuk ke saluran kencing dan kemudian mengakibatkan infeksi di jaringan sekitarnya. Dan bila dibiarkan, infeksi bisa semakin parah menjalar ke organ ginjal

Serem... Emang. Oh iya, 50-80% dari total populasi wanita secara umum pernah mengalami ISK setidaknya satu kali semasa hidupnya.  Sekitar 20-30% dari wanita yang sudah pernah terkena ISK akan mengalami ISK berulang (dan saya masuk kategori yg ini).

Escherichia coli di bawah mikroskop
Image: quora.com dan sciencesource.com

Saya lanjut lagi yaaa.

Berawal dari kepulangan saya ke Jatinangor setelah saya lahiran Aisyah di Bekasi. Saat itu saya menjalani persalinan debay Aisyah dan pemulihan di tempat ortu, itung-itung nunggu jahitan perineum sembuh sambil belajar ngASI & ngasuh anak pertama. Sekitar 4 bulanan saya stay di sana, lamaaa ya wkwkw. Kemudian saya kembali ke Jatinangor bawa debay sekitar awal September.

Oh iya, flashback mundur dulu lagi, saya juga pernah menderita anyang-anyangan/ISK saat saya masih kost di Bandung, mungkin sekitar setahunan sebelum saya menikah. Saat itu kayanya akibat saya kurang minum, jadi weeeh suatu hari kok kerasa ngilu saat pipis. Saya diemin aja dan saya nggak terlalu anggep serius. Eh tapi lama kelamaan kok bukannya anyang-anyangan hilang, tapi malah makin ngilu aja. Karena saat itu saya lagi banyak kerjaan, dan pengen segera tuntas anyang-anyangan nya, so saya langsung ke dokter dan dikasih beberapa resep obat (antibiotik dan pereda nyeri), dan alhamdulillah ISK pun sembuh setelah sekitar sepekan obat tuntas diminum.

Nah sekarang dimajuin lagi timingnya, kembali ke momen saya balik ke Jatinangor dengan status udah sebagai istri n' emak-emak hehe. Suatu ketika, saya kembali merasakan munculnya anyang-anyangan (kalau bahasa Sunda nya 'jeungjeuriheun' hehehe).

"Wah, kok rada ngilu ya?" begitu batin saya ketika selesai BAK. Sama seperti sebelumnya, saya ngga terlalu anggep serius nyeri BAK saat itu, "hmmm paling nanti abis minum nyerinya bakal hilang sendiri", begitu pikir saya. Dari kecuekan inilah anyang-anyangan saya berubah menjadi ISK yang serius dan menahun.

Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan kondisi penyakit ini. Saat itu pas saya sedang berlibur ke tempat ortu di Pondok Gede. Tempat berobat saya ialah di klinik dokter langganan ortu yang letaknya di depan komplek. Aisyah pun saya titipkan ke eyangnya, dan waktu itu sekitar pukul 8 petang saya memantapkan diri untuk periksa ke sana.

Daftar, ngantri, dan tadaaa akhirnya nama saya dipanggil. Setelah periksa-periksi, kemudian tanya jawab keluhan, dokter mengatakan bahwa saya terindikasi ISK. Beliau menyebutkan saya suspek uretritis (infeksi di saluran kemih bawah/uretra), yang ditandai nyeri khas yg munculnya setelah BAK, bukan sebelum/di saat BAK.

Uretritis adalah radang pada saluran kemih bawah/uretra
Image: www.sehatq.com

Beliau menjelaskan bahwa anatomi letak area kewanitaan yang sedemikian rupa menyebabkannya rentan akan tertular kuman/bakteri yang berasal dari belakang/dubur. Dokter pun meresepkan antibiotik (ciproflocaxin), obat pereda nyeri, dan obat pelancar BAK. Namun, Allah swt. berkehendak lain. Setelah antibiotik habis, keluhan nyeri BAK masih saya rasakan. Obat-obatan yang telah saya konsumsi sebenarnya menunjukkan hasil, namun nggak benar2 tuntas menyelesaikan sakit yang saya derita. Apakah saya kembali periksa lagi ke dokter? Nggak. Dan saya kembali membiarkan dengan penuh berharap bahwa ISK akan perlahan sembuh dengan sendirinya setelah tuntas antibiotik dari dokter (bersambung ke Part 2).

November 9, 2019

Chocovo Smoothie

Selamat weekend Mommies semuanyaa ;). Saya mau share salah satu snack favoritnya Aisyah, namanya "Chocovo Smoothie".

Wih, smoothie. Yup, tapi bukan smoothie ala jus buah, melainkan semacam snack yang teksturnya lembut. Ngga lembut-lembut banget sih, tetep ada keras-keras kranchy nya supaya ngelatih mulut + ngegigit si bocil. Seringkali kalo Aisyah lagi moody makan nasi+lauk, saya suka bikinin ini. Selain padet nutrisi, rasanya juga nikmat-benyek-chewy gitu buat bocil kayak Aisyah wkwk. Ok, here's how to make it!


Bahan-bahan:
- Alpukat matang 1/2 bagian, kerok dagingnya
- 3-4 keping biskuit marie anak (saya pakai SUN), diremukkan kasar
- 2 sdm susu bubuk coklat atau kental manis (bisa pakai sufor, tapi di sini saya pakai Milo)
- 4 sdm air mineral

Cara membuat:
- Masukkan kepingan biskuit marie yang sudah diremukkan, kerokan alpukat, dan 2 sdm susu bubuk coklat ke dalam mangkuk. Aduk rata.

- Tambahkan 4 sdm air mineral (atau bisa disesuaikan dengan tekstur smoothie yang diinginkan). Aduk hingga bahan-bahan tercampur merata.

- Smoothie siap dihidangkan

Oh iya, Chocovo Smoothie ini bisa banget ditambahin stuffing yang lain seperti pisang, keju parut, almond iris, kurma iris, pisang, kismis, corn flakes, dsb. Selamat mencoba yaa ;)

Copyright © 2019 jurnaldita | Theme by RUMAH ES